Musik dan Waktu-Waktu itu
20 maret 2015, sudah beberapa tahun
yang lalu bagimana cerita itu dimulai. Aku heran bagaimana vanesanya dilan
dapat mengingat setiap cerita masa SMAnya dengan cukup detail setelah berpuluh
tahun berlalu karna aku sangat sulit untuk mengingat hal-hal kecil dalam sebuah
cerita yang padahal adalah sebuah cerita yang berkesan dalam hidup ku, jika itu
adalah hal yang benar (karna hingga saat aku menulis ini, aku tidak tau apakah
cerita itu fiksi atau nyata adanya), maka itu benar-benar mengagumkan.
Beberapa hari sebelum 20 maret 2015,
Aku masih ingat dengan jelas hari itu senin sore setelah jam sekolah selesai
aku masih berada didalam kelas dengan beberapa orang untuk mendownload beberapa
music video. ku ingat waktu itu aku mendownload MV dari paramore dan the
script. Aku juga mengingat sore itu kuku jempol tangan kiri ku patah (karna aku
memang suka memanjangkan kuku bagian ini) yang sudah ku jaga selama beberapa
bulan (mungkin hampir setahun waktu itu). Beberapa hari sebelum itu aku telah
membuat janji dengan rezky melalui pesan singkat tentang masih besarnya
keinginan kami untuk bermusik bersama. sebelumnya kami pernah dalam sebuah
band tetapi tidak ada kejelasan dan perlahan band itu memudar. Padahal band
tersebut telah berjalan selama 5 tahun, walau permainan music kami
sangat-sangat tidak dapat dibilang bagus, tapi setidaknya banyak waktu yang
telah kami habiskan bersama dengan banyak hal didalamnya. Jadi melalui pesan
singkat hari sebelumnya tersebut, rezky mengatakan bahwa ia memiliki seorang
teman yang hobi bernyanyi yang kebetulan adalah teman sekelasnya (aku dan rezky
bersekolah ditempat yang berbeda).
============================================================================================
Bagian selanjutnya aku menulis dengan seingat ku, sebelum aku mengingat aku pernah membuat sebuah website tentang band ini dan didalamnya terdapat cerita singkat bagaimana awal band ini terbentuk. Jadi aku menulis ulang sesuai dengan isi dari website yang pernah aku buat sebelumnya, dan ternyata sangat banyal hal yang terlewat
============================================================================================
Bagian selanjutnya aku menulis dengan seingat ku, sebelum aku mengingat aku pernah membuat sebuah website tentang band ini dan didalamnya terdapat cerita singkat bagaimana awal band ini terbentuk. Jadi aku menulis ulang sesuai dengan isi dari website yang pernah aku buat sebelumnya, dan ternyata sangat banyal hal yang terlewat
============================================================================================
Sore
itu pertama kali aku bertemu ayudian, dan salah seorang teman sekelas mereka
yaitu PP (kelak orang ini akan menjadi teman dekat ku, kami pernah dalam satu
tim dota, dan ia pernah menjadi boss ku ketika aku bekerja paruh waktu diakhir
pekan di warnet miliknya selama hampir setahun).
pukul 5,
rezky menjeput ku dirumah. kami rencananya akan latihan pukul 6, karna jarak
lokasi studio yang cukup jauh dan harus menjeput PP, jadi kami berangkata lebih
awal. kami berangkat menuju studio dengan 3 orang lainnya yaitu ayudian, nadya
(pacar rezky hingga saat aku menulis ini, dan mudah-mudahan hingga mereka
menikah kelak), dan PP. awal kami latihan suasana sangat canggung, tanpa instrument
bass, orang orang baru, lagu lagu baru, dan lebih parahnya lagi ayudian bahkan
bernyanyi tanpa microphone, aku rasa dia kurang percaya diri. di beberapa lagu
terakhir ia merubah semua pandangan ku, ayudian memiliki karakter suara yang cukup
khas, dan lagu lagu yang ia pilih sama dengan lagu-lagu ku dan rezky.
latihan
selanjutnya mereka memperkenalkan orang baru lagi, yaitu Ary Wahyudi, teman
sekelas mereka juga. awalnya saat latihan ia mengisi posisi gitar karna basic
ary awalnya adalah gitar. tapi aku merasa agak aneh karna otomatis rezky harus
mengisi posisi bass, tapi ketika ary berada di bass aku merasa lebih cocok,
entahlah apa karna aku sudah terbiasa dengan posisi rezky digitar atau hanya
sugesti dikepala ku saja saat itu (saat aku menulis ini rezky memiliki sebuah
band punk rock, dan ia berada diposisi bassis, ia juga memiliki sebuah bass dan
permainan bassnya juga sangat baik menurutku, walau kami sudah hampir tidak
pernah bermain bersama lagi hingga saat ini). sepertinya memang ini lah formasi
terbaik kami. di hari itu pula aku menawarkan untuk kita bermain di acara music
di STIKOM Bali. walau sebenarnya bukan menawarkan tapi lebih tepatnya memaksa
karna sebelumnya aku telah mendaftarkan band ini di acara itu tanpa persetujuan
mereka, tawaran ini aku dapat dari band ku yang lain yang juga bermain di acara
ini dengan aku sebagai pemaain cajonnya. dengan panik ayudian berusaha untuk
membujuk ku untuk membatalkan rencana ini, tapi menurut ku ini adalah sebuah
awalan untuk motivasi kedepannya, walau tanpa persiapan karna acara ini 4 hari
lagi dari hari itu. diwarung mie ayam setelah latihan kami memikirkan nama band
kami, yang akhirnya kami mendapatkan sebuah nama, yaitu "31" diambil
karna aku dari SMK 1 dan mereka bertiga dari SMA 3 jadi terbentuklah 31
ditanggal 20 maret 2015.
Hari-hari menjelang acara tersebut
menjadi hari yang sangat menyenangkan bagi ku. kami meluangkan waktu lebih
banyak untuk kumpul dan latihan demi acara pertama kami. Aku benar-benar
menikmati waktu-waktu itu. Setiap kali aku mendengar lagu “A Da To Remember - If it Mean a Lot to You”
bagaikan mesin waktu yang membawa ku kembali kesetiap moment saat itu.
Sebelum mulainya acara aku melihat
ayudian sedikit gugup, mungkin karna ini pertama kalinya iya bernyanyi
dihadapan orang umum bersama kami. malam itu kami membawakan 3 buah lagu, yaitu
the man who cant be move – the script (kelak, lagu ini akan menjadi lagu
kebangsaan kami, karna diawal-awal tampil kami pasti membawakan lagu ini),
thinking of loud – ed sheeran, dan amnesia – 5sos. secara umum penampilan kami
cukup baik untuk sebuah awalan, walau sebenarnya ada banyak kesalahan kecil seperti
lupa lirik dan tempo tapi aku puas dengan penampilan kami malam itu.
dalam pengerjaan lagu pertama, kami dibantu oleh Putra Pradnyana teman sebangku ayudian, karna materi yang cukup padat mengharuskan kami untuk sering bertemu untuk membicarakan lagu ini, dan dalam setiap sesi latihan aku merasa lagu lagu yang kami nyanyikan lebih berwarna dengan kehadiran Putra. sehari sebelum ia take recording ia menerima tawaran kami untuk menjadi bagian dari 31.
Pengerjaan
lagu pertama saat itu adalah diwaktu libur semester genap, jadi kami punya
banyak waktu untuk dihabiskan bersama. salah satunya adalah ketika kami
ber 6 yaitu aku, rezky, nadya, ayudian, ary, dan putra pergi ke danau batur
dengan rencana memancing tapi tidak sepenuhnya sesuai rencana karna lebih
banyak waktu kami gunakan untuk berfoto.
Setelah dari danau batur kami
lanjutkan menuju air terjun kuning di dusun kuning gianyar. Di air terjun
kuning kami berenang dan tentunya mengambil cukup banyak foto untuk
menyimpannya tidak hanya dalam ingatan tapi juga dalam sesuatu yang dapat
menjadi mesin waktu suatu hari nanti.


Dijalan pulang kami sempat berhenti
disuatu gazebo dipinggir jalan ditepi sawah untuk menikmati nasi goreng yang
hanya satu kotak nasi untuk kami bagi ber 6 saat itu (aku lupa tapi sepertinya
ayudian yang menyiapkan nasi tersebut), aku ingat saat itu kami membicarakan tentang
banyak hal, salah satunya tentang mau kemana band ini.
aku
ingat betul saat itu ary mengatakan “just let it flow bro”, tapi putra seakan
mengarahkan pembicaraan tentang suatu hal dilakukan harus memiliki tujuan, dan
ia seperti ingin band ini memiliki goal yang harus dicapai. Entahlah itu hanya
perasaan ku atau memang demikian yang putra maksudkan saat itu, tapi jika
memang itu maksud putra yang sebenarnya, aku sangat setuju dengan dia, tapi
sayangnya aku tidak berbicara banyak tentang itu.
Dibalik semua hal yang terjadi hari
itu, aku merasa kita jadi semakin akrab dan mengenal lebih dekat satu sama
lain. 1 lagu yang selalu mengingatkan ku tentang hari itu adalah lagu dari
isyana yaitu “tetap dalam jiwa”. Lagu itu jadi sangat familiar karna selama
perjalanan kami mendengarkan radio, lagu ini diputar berkali-kali membuat ku
yang tidak tau lagu ini sebelumnya menjadi sangat terngiang-ngiang di kepala
ku. Dan kini, jika lagu ini diputar secara tidak sengaja di tempat umum, atau
sengaja aku dengar, lagu ini seperti membawa ku kedalam mobil ary di hari itu
dengan segala obrolan kita yang tidak bisa kuingat tapi terasa sangat hangat.
Dalam
pengerjaan lagu pertama ini kami sering kumpul dirumah putra untuk membicarakan
lagu pertama kami, sekedar bermain, dan sebagainya. Ketika membicarakan tentang
lagu dan band saat ini, aku merasa diriku sangat ego diwaktu-waktu itu. Ego ku
yang besar untuk membuat sebuah karya yang bisa dikenal banyak orang membuat ku
kehilangan makna dari bermusik yang sebenarnya, aku sering kecewa kepada mereka
tentang bagimana susahnya untuk latihan, dan membicarakan lagu pertama kami
saat itu dengan sungguh-sungguh seperti yang ku mau, tapi saat ini aku
menyadari bahwa yang sebenarnya mengecewakan adalah diriku yang tidak bisa
mengontrol ego demi kepentingan pribadi ku.
Panggung
kami selanjutnya adalah ulang tahun nadya ke 17 tahun, yang saat itu dirayakan
di Soul Kitchen pada tanggal 30 juli 2015. persiapan yang kami lakukan
menurutku sangat kurang, hampir seluruh latihan kami tidak pernah lengkap,
selalu saja ada 1 personil yang tidak bisa hadir. Menjelang penampilan hari itu
aku harus mengikuti study tour keluar pulau selama kurang lebih 1 minggu, dan
seingatku hanya 1 kali kami dapat berlatih bersama dengan full personil. saat
itu aku sedang magang disalah satu web developer selama 1 bulan dengan gupta
(karna SMK diwajibkan untuk melakukan PKL selama minimal 3 bulan), gupta adalah
salah satu teman baik ku yang kelak akan menjadi pacar ayudian beberapa waktu
kemudian. Saat-saat magang, aku sering menceritakan tentang ayudian kepada
gupta, kami juga berusaha mencari sosial media ayudian saat itu, sangat konyol
dan memalukan jika diingat-ingat lagi saat ini. beberapa lagu yang kami bawakan
saat ulang tahun nadya adalah mungkin nanti – peterpan, the man who cant be
move – the script, photograph – ed sheeran, dan lagu pertama kami “tetap
disana”. Ada juga lagu tambahan, yaitu selamat ulang tahun dari jamrud yang
kami nyanyikan sebelum acara tiup lilin nadya, dan lagu tetap disana yang
dinyanyikan sekali lagi diakhir acara. Penampilan kami malam itu bisa dikatakan
sangat lepas, mungkin ini karena mereka bermain dihadapan teman-teman
sekelasnya. Banyak keseruan malam itu, dari mulai rezky yang bermain keyboard
sambil menyanyikan lagu “The Way You Look At me” yang ia latih cukup lama
spesial untuk nadya malam itu.
Hingga saat pertama kali lagu tetap
disana dinyanyikan di hadapan orang banyak (walau rata-rata semua orang yang
dikenal) dan beberapa orang ikut bernyanyi, membuat ku pribadi merasakan
apresiasi yang sangat tinggi sebagai penciptanya, walau mungkin tidak dirasakan
orang-orang saat itu.
Itulah pengalaman kedua kami muncul
didepan publik yang meninggalkan kesan yang membekas dibenak ku hingga saat
ini.
Sebenarnya ada beberapa acara yang
kami isi dibeberapa tempat, tapi yang terakhir sebelum kami disibukan oleh
urusan kami masing-masing adalah acara anniversary SMKN 1 Denpasar yang
menurutku paling berkesan. Aku tidak ingat pasti berapa lama waktu kami untuk
mempersiapkan penampilan ini, tapi seingat ku inilah penampilan kami yang
paling siap. Ini adalah anniversary terakhir ku disekolah ku. Jauh sebelum hari
kami tampil, ada banyak rangkaian acara yang diselenggarakan dan kami (aku,
kawan-kawan sekelas ku, adik kelas ku, dan seluruh keluarga besar jurusan RPL)
mempersiapkannya dengan sangat serius. Sebenarnya ini tidak ada hubungannya
dengan penampilan band ku saat itu, tapi sunggu mengingat-ngingat bagaimana anniversary
terakhir ku saat itu, benar-benar sangat nostalgia rasanya.
Kembali ke band, sejujurnya aku tidak
mengingat dengan jelas bagaimana persiapan saat itu, karna hari-hari menjelang
hari puncak anniversary (dimana kita tampil) aku benar-benar sibuk, pagi
mengikuti kegiatan disekolah, siang hingga sore persiapan untuk kegiatan
selanjutnya disekolah, sore hingga malam
latihan band, setelah itu kembali lagi kesekolah untuk melanjutkan persiapan
hingga pagi, jadi sangat banyak yang terlintas dikepala ku ketika mencoba
mengingat persiapan kami saat itu. Jika kalian yang membaca ini pernah
mengalami hal serupa, pasti kalian tau bagaimana rasanya. Bagi ku, aku benar-benar
merasa hidup. Dimalam hari sebelum penampilan, kami melakukan latihan terakhir
cukup lama dan membuat kami terlambat datang kesekolah untuk check sound. Jadi kami
hanya menitipkan alat musik, kemudian kembali kerumah masing-masing untuk
beristirahat. Pagi harinya aku datang kesekolah tidak bersama mereka, aku datang
lebih awal kemudian mereka datang sebelum tampil.
Disinilah juga pertama kali ayudian
bertemu gupta, dan bagaimana kisah mereka dimulai
Ketika kami naik keatas panggung,
aku ingat MC acara menanyakan dari jurusan mana mereka berasal, karna
sebelumnya tidak pernah terlihat di SMK 1. (iya iya lah orang bukan berasal
dari SMK 1)
Saat itu kami membawakan 3 lagu
yaitu, peterpan – mungkin nanti, 5Sos – amnesia, dan lagu kami sendiri – tetap disana.
Di lagu terakhir yaitu lagu kami, kawan-kawan dari kelas ku ikut bernyanyi
bersama. itu membuat ayudian yang sebelumnya nervous, mendapat kepercayaan
dirinya kembali.
Secara pribadi aku sangat puas
dengan penampilan kami hari itu. Tidak spesial mungkin bagi orang lain, tapi
bagi ku saat-saat itu benar-benar berkesan.
Hari-hari selanjutnya kami masih sering
berkumpul dan sesekali mengisi sebuah acara. Tapi seiring mendekatnya UN, UKK,
dan segala tetek bengek ujian juga pendaftaran universitas, membuat kami
semakin jarang berkumpul dan mulai sibuk dengan urusan masing-masing. Biarlah itu
sudah berlalu, aku sama sekali tidak menyesalinya, aku merasa beruntung
memiliki kisah tentang bagaimana aku melewati masa remaja dengan mereka dan musik.
Aku belajar banyak hal dengan mereka tentang sudut pandang setiap orang,
tentang fantasi dan mimpi-mimpi liar yang tertepis reality, dan bagimana terus
memiliki tujuan untuk tetap merasa hidup. Jika nanti ada waktu lagi, aku ingin kita
berlima bermain lagu-lagu dulu yang sering kita bawakan bersama-sama
Ku lanjutkan tulisan ini 17 oktober
malam, sepulang dari studio musik bersama ayudian dan 1 teman baru lagi. Jadi
sekitar sebulan lalu dari hari ini, ayudian dengan sangat excited dan terlihat
serius menawari ku untuk membuat sebuah band baru. Alasannya, dia belakangan
sangat sering menonton konser dan melihat bagaimana orang-orang bermain di atas
panggung. hmmmm aku melihat diriku beberapa tahun lalu pada ayudian saat itu.
aku menulis ini karna aku merasa ada gejolak yang amat sangat dalam diriku.
Setiap kali kami hangout, sekedar ngobrol atau bermain musik d studio (sebut
saja latihan) aku merasa sangat berbeda dengan saat melakukan hal yang sama
bersama band-band ku yang terdahulu. Ada seperti rasa tidak nyaman mungkin, dan
sangat-sangat-sangat rindu dengan hari-hari dulu. Seperti setiap kali dalam
studio aku tidak pernah merasakan sesemangat dulu. Ketika band tidak hanya
sekedar bermain musik bersama didalam studio, tapi bagaimana menghabiskan waktu
bersama, bercanda dan bercerita. Aku merindukan kalian dan bagaimana kita
menghabiskan waktu saat itu. Aku menyadari semua sangat tidak mungkin terulang
lagi seperti itu, dan bahkan ketika aku diminta untuk mencoba mengulang hal
itu, sepertinya aku tidak akan mau lagi. Biarlah hal-hal itu menjadi kenangan
masa remaja ku, ketika menantang dunia dengan hanya bermodal ego setinggi
bintang adalah sebuah motivasi tertinggi ku.











Komentar
Posting Komentar