Waktu dalam Dunia Kecil Kami
Banyak orang
yang bilang ketika mereka berada di jenjang SMA mereka ingin cepat-cepat untuk
kuliah, ketika ia sudah kuliah ia ingin cepat untuk menyelesaikan kuliah dan masuk
ke dunia kerja. Mungkin aku bukan tipe seperti itu, sejak SMA aku tidak pernah berpikir
untuk membuat waktu cepat berjalan, bahkan berusaha terdampar dimasa masa itu,
dimana kami bebas untuk merencanakan jalan-jalan atau pergi ketempat-tempat
seru tanpa batasan waktu, atau menghabiskan malam di teras depan rumah ku
hingga pagi menjelang dengan embel-embel ijin membuat tugas kepada orang tua,
padahal kami harus sekolah pagi. membicarakan hal-hal yang tidak penting hari
itu sambil tertawa ditemani gorengan atau martabak yang dibeli dengan uang
patungan.
Setiap perjalan
yang kami lakukan untuk menjelajahi tempat-tempat baru untuk membuang penak
rutinitas disekolah selalu kami lakukan dihari dimana orang-orang lain tidak
sedang libur, atau bukan libur nasional apalagi libur sabtu minggu, tapi ketika
hanya sekolah kami yang libur, seperti libur karna kakak kelas kami sedang
tryout, pemantapan dan ujian ketrampilan menjelang mereka ujian nasional, atau
ketika sekolah kami sedang merayakan ulang tahun, pokoknya disetiap sekolah
sedang tidak dalam proses belajar mengajar, dan itu membuat tempat yang kami
kunjungi sangat sepi padahal itu tempat-tempat wisata yang lumayan popular, dan
itu membuat kami congkak dengan merasa bahwa tempat itu milik kami, maksudnya
bukan merusak tempat itu atau melakukan hal-hal oragan, hanya kami jadi bebas
mengabadikaan moment tanpa harus malu kepada orang asing untuk memasang
pose-pose aneh yang kami anggap keren
Apabila kami
akan menyambut hari yang menurut kami patut untuk dirayakan seperti ulang
tahun, hari terakhir magang (PKL), perayaan juara, tahun baru atau mungkin
karna sedang ingin, kami biasanya mengadakan acara bakar-bakar, mulai dari ikan
laut, sate lilit, hingga jagung dan ketela. Biasanya acara bakar-bakar ini
dilakukan dirumah suted dari sore hari hingga pagi esok harinya karna kalo
sudah seperti ini kami pasti menginap disana.
Dan banyak lagi
hal-hal kecil seru yang kami lakukan seperti ingin membuktikan bahwa dunia adalah
tempat yang seru apabila kita bersama orang-orang seru. Tapi “waktu” biasanya
tak mampu mengimbangi keseruan yang kami lakukan, waktu selalu berjalan terasa
lebih cepat disetiap kami melakukan hal-hal tersebut, ditambah lagi semakin
dewasanya kita “kesempatan” ikut bersekongkol dengan waktu, mencoba
mempersempit ruang kami dalam mewarnai hidup dan mencari rahasia rahasia kecil
dunia ini.
Tapi aku seperti
menemukan sebuah makna, bahwa dimana waktu dan kesempatan menjadi sesuatu yang
begitu special, setiap waktu dan kesempatan mempertemukan kami untuk sekedar
ngobrol, atau mentertawakan hidup kami, atau memutar kembali waktu-waktu yang
telah lewat, menjadi lebih berkualitas. dan itu seperti rindu, walau aku yakin
kami tidak akan pernah mau mengakuinya.
Komentar
Posting Komentar